Contoh perubahan fisika

Perubahan fisika mengubah bentuk, ukuran, rupa, atau wujud suatu zat tanpa mengubahnya menjadi zat baru. Melebur, membeku, mendidih, melarut, memotong, dan membengkokkan semuanya adalah perubahan fisika. Komposisi kimianya tetap sama, dan banyak perubahan fisika dapat dibalik.

  1. Es mencair — air padat menjadi air cair, tetapi tetap H₂O.
  2. Air mendidih — air cair berubah menjadi uap air.
  3. Air membeku — air cair berubah menjadi es padat di dalam freezer.
  4. Uap mengembun pada cermin yang dingin — uap air kembali menjadi tetesan cair.
  5. Es kering menyublim — karbon dioksida padat langsung berubah menjadi gas tanpa mencair terlebih dahulu.
  6. Embun beku terbentuk di jendela — uap air langsung berubah menjadi kristal es (deposisi).
  7. Genangan air mengering — air cair menguap ke udara.
  8. Gula larut dalam air — gula menyebar tetapi tetap gula, dan dengan menguapkan airnya, gula tertinggal.
  9. Garam larut dalam air — garam dapat diperoleh kembali dengan menguapkan air.
  10. Mentega mencair di wajan hangat — berubah dari padat menjadi cair dan mengeras lagi saat didinginkan.
  11. Lilin mengeras — lilin yang meleleh mendingin dan menjadi padat kembali.
  12. Memotong kertas — potongannya lebih kecil, tetapi tetap kertas.
  13. Meremukkan kaleng aluminium — bentuknya berubah, bukan logam penyusunnya.
  14. Memecahkan gelas — pecahannya tetap kaca.
  15. Menempa logam menjadi lembaran tipis — logam bersifat dapat ditempa dan berubah bentuk tanpa mengubah komposisi.
  16. Meregangkan karet gelang — bentuknya berubah dan kembali lagi seperti semula.
  17. Menggiling biji kopi — potongan besar menjadi potongan kecil dari bahan yang sama.
  18. Memagnetkan paku besi — menggosoknya dengan magnet menyejajarkan domain magnetiknya, tetapi tidak terbentuk zat baru.
  19. Mencampur pasir dan serbuk besi — keduanya dapat dipisahkan lagi dengan magnet.
  20. Membentuk tanah liat basah — hanya bentuknya yang berubah, meskipun membakarnya dalam tungku adalah perubahan kimia.

Perubahan fisika atau perubahan kimia?

Untuk menentukannya, tanyakan apakah zat baru telah terbentuk. Es yang mencair tetap menghasilkan air, sehingga itu perubahan fisika, sedangkan kertas yang terbakar menghasilkan abu, asap, dan gas, sehingga itu perubahan kimia. Banyak perubahan fisika mudah dibalik: kamu bisa membekukan kembali air atau menguapkan air garam untuk mendapatkan kembali garamnya.

Berhati-hatilah dengan petunjuk. Gelembung, perubahan suhu, atau warna baru juga dapat muncul pada perubahan fisika, seperti saat air mendidih atau logam berpijar merah membara. Dan tidak semua perubahan fisika mudah dikembalikan: gelas yang pecah tetaplah kaca, meskipun kamu tidak bisa begitu saja menyatukannya kembali.

Contoh lainnya