Contoh campuran homogen dan heterogen

Campuran homogen memiliki komposisi yang sama di seluruh bagiannya, sehingga kamu tidak dapat melihat bagian-bagiannya yang terpisah; campuran ini juga disebut larutan. Campuran heterogen tidak merata, dengan bagian-bagian yang dapat kamu lihat atau yang mengendap seiring waktu. Uji cepat: jika sampel yang diambil dari tempat berbeda bisa tampak atau berperilaku berbeda, campuran itu heterogen.

Campuran homogen

  1. Udara — nitrogen, oksigen, argon, dan gas lain yang bercampur merata.
  2. Air garam — garam terlarut begitu merata sehingga tidak terlihat.
  3. Air gula — molekul gula tersebar merata dalam air.
  4. Cuka — asam asetat terlarut dalam air.
  5. Alkohol gosok — isopropil alkohol yang dicampur air.
  6. Bensin — berbagai hidrokarbon yang bercampur menjadi satu cairan bening.
  7. Gas alam — sebagian besar metana, dengan sedikit etana, propana, dan gas lainnya.
  8. Kuningan — tembaga dan seng yang bercampur merata dalam paduan padat.
  9. Cairan pendingin antibeku — etilena glikol yang dicampur air.
  10. Air berkarbonasi dalam botol tertutup — karbon dioksida terlarut dalam air (begitu gelembung terbentuk, campuran ini menjadi heterogen).

Campuran heterogen

  1. Pasir dan air — pasir tenggelam ke dasar.
  2. Minyak dan air — keduanya membentuk dua lapisan terpisah.
  3. Salad — setiap bahan tetap terpisah dan terlihat.
  4. Campuran camilan (trail mix) — kacang, kismis, dan cokelat yang dapat kamu pilah dengan tangan.
  5. Granit — butiran berbagai mineral yang terlihat jelas.
  6. Tanah — partikel berbagai ukuran yang bercampur dengan serpihan tumbuhan.
  7. Kue kering keping cokelat — keping cokelatnya jelas terpisah dari adonan.
  8. Sereal dalam susu — potongan padat yang mengambang dalam cairan.
  9. Jus jeruk dengan ampas — ampasnya mengambang di dalam jus dan dapat disaring.
  10. Beton — potongan kerikil dan pasir yang terikat dalam semen.

Cara membedakannya

Amati dengan saksama atau biarkan campuran itu didiamkan. Jika kamu dapat melihat potongan, lapisan, atau partikel yang terpisah, atau jika ada sesuatu yang mengendap ke dasar, campuran itu heterogen. Campuran homogen tetap seragam dan tidak pernah mengendap, bahkan setelah berhari-hari. Wujud zat tidak menjadi soal: campuran homogen dapat berupa gas (udara), cairan (cuka), atau padatan (kuningan).

Bagaimana dengan susu dan kabut?

Koloid seperti susu, kabut, dan mayones tampak seragam, tetapi mengandung partikel yang cukup besar untuk menghamburkan berkas cahaya, efek yang disebut efek Tyndall. Karena itu, sebagian besar pelajaran kimia menggolongkan koloid sebagai campuran heterogen.

Contoh lainnya