Contoh senyawa beserta rumus kimianya

Senyawa adalah zat yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang terikat secara kimia dalam perbandingan tetap, yang ditunjukkan oleh rumus kimianya. Senyawa memiliki sifat yang berbeda dari unsur-unsur penyusunnya dan hanya dapat dipecah menjadi unsur-unsur tersebut melalui reaksi kimia. Berikut senyawa umum yang kamu temui di rumah, di tubuhmu, dan di laboratorium.

  1. Air (H₂O) — menutupi sebagian besar permukaan Bumi dan menyusun lebih dari separuh tubuh manusia.
  2. Karbon dioksida (CO₂) — gas yang kamu embuskan, yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis.
  3. Natrium klorida (NaCl) — garam dapur, senyawa ion dari natrium dan klorin.
  4. Glukosa (C₆H₁₂O₆) — gula yang dibuat tumbuhan dan digunakan sel-selmu untuk energi.
  5. Sukrosa (C₁₂H₂₂O₁₁) — gula pasir biasa, dibuat dari tebu atau bit gula.
  6. Amonia (NH₃) — gas berbau tajam yang digunakan untuk membuat pupuk dan beberapa pembersih rumah tangga.
  7. Metana (CH₄) — komponen utama gas alam.
  8. Propana (C₃H₈) — bahan bakar untuk pemanggang gas dan kompor kemah, disimpan sebagai cairan bertekanan.
  9. Natrium bikarbonat (NaHCO₃) — soda kue, yang melepaskan karbon dioksida saat memanggang.
  10. Kalsium karbonat (CaCO₃) — senyawa utama dalam batu kapur, marmer, kapur tulis, dan cangkang telur.
  11. Hidrogen klorida (HCl) — larut dalam air membentuk asam klorida, yang terdapat dalam asam lambung.
  12. Asam sulfat (H₂SO₄) — asam kuat yang digunakan pada aki mobil dan untuk membuat pupuk.
  13. Natrium hidroksida (NaOH) — soda api, basa kuat yang digunakan untuk membuat sabun dan pembersih saluran air.
  14. Etanol (C₂H₅OH) — alkohol dalam minuman beralkohol, cairan pembersih tangan, dan beberapa bahan bakar.
  15. Asam asetat (CH₃COOH) — memberi cuka rasa asam dan bau tajamnya.
  16. Hidrogen peroksida (H₂O₂) — disinfektan dan pemutih, biasanya dijual sebagai larutan 3%.
  17. Karbon monoksida (CO) — gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau, dihasilkan saat bahan bakar terbakar tanpa oksigen yang cukup.
  18. Besi(III) oksida (Fe₂O₃) — bagian utama karat dan bijih besi hematit.
  19. Silikon dioksida (SiO₂) — kuarsa, komponen utama sebagian besar pasir dan kaca biasa.
  20. Dinitrogen oksida (N₂O) — gas tawa, digunakan dokter gigi untuk meredakan nyeri dan kecemasan serta pada kaleng krim kocok.
  21. Kafein (C₈H₁₀N₄O₂) — stimulan dalam kopi, teh, dan banyak minuman ringan.
  22. Aspirin (C₉H₈O₄) — asam asetilsalisilat, pereda nyeri yang umum.
  23. Natrium hipoklorit (NaClO) — bahan aktif dalam pemutih klorin rumah tangga.
  24. Magnesium hidroksida (Mg(OH)₂) — susu magnesia, digunakan sebagai antasida dan pencahar.
  25. Natrium fluorida (NaF) — ditambahkan ke banyak pasta gigi untuk membantu mencegah gigi berlubang.

Senyawa ion dan senyawa molekul

Senyawa ion, seperti natrium klorida dan kalsium karbonat, terbentuk ketika logam memindahkan elektron ke nonlogam, menciptakan ion-ion yang terikat dalam kisi kristal. Senyawa ini biasanya berupa padatan keras dengan titik leleh tinggi. Senyawa molekul (kovalen), seperti air, karbon dioksida, dan glukosa, terbentuk ketika atom-atom nonlogam berbagi elektron. Banyak di antaranya berupa gas atau cairan pada suhu ruang, atau padatan dengan titik leleh yang cukup rendah.

Senyawa atau campuran?

Senyawa selalu memiliki komposisi yang sama: setiap sampel air murni mengandung sekitar 11,2% hidrogen berdasarkan massa. Campuran seperti air garam dapat mengandung lebih banyak atau lebih sedikit tiap bagiannya, dan bagian-bagian itu mempertahankan sifatnya masing-masing.

Contoh lainnya